Negara Ini Rombak Aturan Pendidikan! PR Dikurangi-Tak Ada Ujian Seleksi
Pekerjaan rumah (PR) dan ujian telah menjadi beban akademik bagi siswa sehingga membuat stres. Merespons hal ini, Kementerian Pendidikan China merombak aturan agar beban siswa berkurang.
Dilansir Reuters, Senin (6/4/2026), Kementerian Pendidikan China telah membuat kebijakan baru yang melarang sekolah memberikan PR yang berlebihan kepada siswa dan melarang ujian seleksi siswa. Selain itu, kebijakan juga melarang pemberian penghargaan kepada guru dan siswa atas prestasi siswa dalam ujian masuk perguruan tinggi.
Kebijakan ini dibuat demi mencegah terus bertambahnya beban akademik pada siswa di lingkungan sekolah. Pasalnya, beberapa sekolah di China selama ini telah memberikan kepada siswa tugas yang berlebihan sehingga anak-anak kurang beristirahat.
“Aturan juga menyebut bahwa SD dan SMP dilarang menyelenggarakan beban pekerjaan rumah yang berat, yang adalah hal biasa di sekolah-sekolah di seluruh China, yang menyebabkan kurang tidur dan meningkatnya kecemasan serta depresi,” kata para ahli.
Sekolah Diberi Peringatan untuk Tidak Mengganggu Jam Istirahat Siswa
Aturan juga menyebutkan bahwa SD dan SMP tidak boleh menyelenggarakan ujian apa pun yang bertujuan untuk seleksi siswa. Pemberian penghargaan untuk memuji siswa berprestasi yang masuk perguruan tinggi, juga dilarang.
Sebagai langkah tegas, China mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan sekolah membatasi PR dan menyediakan minimal dua jam aktivitas fisik setiap hari bagi siswa SD dan SMP. TK juga dilarang menggunakan metode pengajaran SD atau mengajarkan kurikulum SD lebih awal.
Menurut Kementerian Pendidikan di China, hal istirahat siswa selama ini tidak terpenuhi karena beban akademik. Kini, sekolah diperingatkan untuk tidak mengganggu waktu istirahat siswa dengan alasan apa pun. Sekolah dan guru tidak boleh melarang siswa yang meninggalkan kelas saat istirahat.
Liburan Musim Semi Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Siswa
China mengumumkan libur musim semi dan musim gugur bagi siswa, harus dimanfaatkan untuk beristirahat dari beban akademik. Dalam aturan, siswa akan mendapatkan waktu istirahat tradisional yang selama ini hanya ada pada musim panas dan musim dingin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental siswa.
Kebijakan libur ini direspons dengan cara yang unik oleh beberapa institusi pendidikan. Salah satunya adalah perguruan tinggi Sichuan Southwest Vocational College of Aviation. Melalui akun resmi WeChat mereka, kampus tersebut mengumumkan libur musim semi selama enam hari, tepatnya pada 1-6 April.
Pihak kampus memberikan tema liburan “melihat bunga dan menikmati romansa”. Tema ini sejalan dengan upaya pemerintah yang memberi waktu luang bagi generasi muda dengan tujuan jangka panjang untuk mendorong angka pernikahan dan konsumsi domestik.
